Rabu, 18 Juni 2014

laporan praktikum fisiologi tumbuhan dasar Pikri Anggara



Tempat/tanggal lahir   : Selatpanjang/04 September 1994
Alamat                        : Perum. Putra kaya No.76 jl.utama simpang tiga


KATA PENGANTAR

Puji Syukur atas Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas laporan yang berjudul’’ Fisiologi Tumbuhan Dasar’’.
Laporan ini saya susun untuk memenuhi tugas Fisiologi Tumbuhan Dasar, Atas terselesaikannya laporan ini, saya ucapkan terima kasih kepada Ir.Zulkifli.MS selaku dosen matakuliah Fisiologi Tumbuhan Dasar dan Kepada Nurwansyah dan Maruli Tua selaku asisten dosen (asdos) juga Orang tua yang memberi dukungan moril maupun materil Dan kepada semua pihak yang membantu dalam terselesaikannya makalah ini.
Penulis sudah berusaha dengan semaksimal mungkin melaksanakan penulisan Laporan ini dengan baik, Jika menurut Bapak/Ibu dan saudara masih ditemukan kekurangan dan kelemahannya, segala kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan Laporan ini. Dan atas bantuan semua pihak, penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Pekanbaru,   Januari 2013

                                                                                                Penulis












DAFTAR ISI
                                                                                               
KATA PENGANTAR............................................................................          i
DAFTAR ISI..........................................................................................          ii
DAFTAR TABEL..................................................................................          iii
DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................          iv
I. pENDAHULUAN..............................................................................          1
A.     Latar Belakang......................................................................................          1
B.     Tujuan Praktikum .................................................................................          3
II. TINJAUAN PUSTAKA....................................................................          4
III. bahan dan metode................................................................          11
A.     Tempat dan Waktu................................................................................          11
B.     Bahan dan Alat .....................................................................................          11
C.      Metodelogi Praktikum  ........................................................................          11
D.      Pelaksanaan Praktikum..........................................................................         13
E.       Parameter pengamatan ........................................................................                 14
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN.......................................................          15
A.     Judul Praktikum I...........................................................................          15
B.     Judul Praktikum II..........................................................................         16
C.     Judul Praktikum III.........................................................................         17
D.     Judul Praktikum V..........................................................................         18
V. PENUTUP.........................................................................................         19
A.     Kesimpulan..................................................................................          19
B.     Saran............................................................................................          19
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................         20
LAMPIRAN...........................................................................................         21








DAFTAR TABEL

Tabel                                                                                                         Halaman   
1.      Respon Biji Terhadap Konsentrasi Garam dan Lama Perendaman...        15
2.      Fotosintesis......................................................................................        16
3.      Fotopriodisme..................................................................................        17
4.      Nutrisi Tanaman..............................................................................        18




















DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran                                                                                                   Halaman
1.      Jadwal Kegiatan Penelitian................................................................   21
2.      Dokumentasi penelitian....................................................................   22

























I.       PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh tumbuhan, faktor air dalam fisiologi tanaman merupakan faktor utama yang sangat penting. Air memiliki peran yakni : sebagai penyusun protoplasma, sebagai reagen dalam proses – proses fotosintesa dan didalam proses hidrologi, sebagai zat pelarut dan trasnpirasi hara dan makanan. 
             Proses difusi merupakan perpindahan (gerak) molekul larutan berkonsentrasi tinggi menuju larutan berkonsentrasi rendah hingga mencapai keseimbangan dinamis. Osmosis adalah perpindahan (gerang) molekul berpotensi tinggi ke pberpotensi rendah melalui jaringan pemeabel hingga tercapai keseimbangan yang dinamis. Imbibisi merupakan proses masuknya air kedalam benih akibat terjadinya perbedaan tekanan dari dalam dan luar benih.
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.
Fotopriodisme adalah gerak  yang terjadi pada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan  cahaya. Bila cahaya yang datang dari atas tumbuhan, tubuhan akan tumbuh tegak mengarah keatas. Hal ini dapat kamu amati pada tumbuhan yang hidup dialam bebas. Tanaman pot yang diletakana di dalam ruangan dan mendapatkan cahaya dari samping, maka ujung batang akan tumbuh membengkok kearah datangnya cahaya. Pada tumbuhan, bagian yang peka terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. Bila gerak tersebut mengarah kesumber rangsangan disebut fotopriodisme positif, misalnya gerak tubuh ujung tunas kearah cahaya. Sedangkan gerak yang menjadi sumber rangsangan disebut fotopriodisme negative, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya.
Nutrisi tanaman merupakan zat pembentuk energi pada tanaman untuk melakukan seluruh aktifitas fisiologi. Nutris tanaman berupa hara, air dan mineral  yang terkandung dimedia tumbuh baik melalui pemberian maupun tersedia secara alami dari proses pembentukan media tumbuh.
Kebutuhan nutrisi setiap jenis tanaman berbeda – beda yang dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar. Faktor dalam yaitu faktor – faktor yang ada pada diri tumbuhan ini sendiri baik antara lain : bentuk daun, bentuk akar, batang, bentuk buah dan genetik. Sedangkan faktor luar yaitu faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan nutrisi tanaman antara lain : suhu, kelembaban, cuaca, iklim dan sinar matahari. Jumlah kebutuhan nutrisi pada tanaman erat kaitannya dengan proses fotosintesis, pertumbuhan dan perkembangan tanaman, transpirasi, dan lain – lain yang berhubungan dengan fisiologi didalam tubuh tumbuhan.

B.       Tujuan Praktikum
1.      Untuk membuktikan terjadinya proses difusi, osmosis dan imbibisi pada biji
2.      Untuk mengetahui kondisi biji sebelum dan sesudah terjadinya proses difusi, osmosis dan imbibisi
3.      Untuk mengetahui besar fotosintesis tanaman dalam satu hari
4.      Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi fotosintesis
5.      Untuk mengetahui respon tanaman terhadap pengaruh cahaya matahari
6.      Untuk mengetahui besar kecilnya drajat kemiringan tanaman akibat rangsangan cahaya matahari
7.      Untuk mengetahui jumlah kebutuhan nutrisi pada tanaman
8.      Untuk mengetahui pengaruh kekurangan dan kelebihan nutrisi pada tanaman















II. TINJAUAN PUSTAKA

Imbibisi adalah absorbsi air oleh bahan-bahan koloid dan zat padat dalam  (bagian) tumbuhan. Masuknya air disertai membengkaknya bahan koloid dan peningkatan berat tumbuhan. Imbibisi dapat menimbulkan kekuatan yang sangat besar ( Said Haran, 1985 ).
Menurut ( Siti Sutarmi Tjitrosomo, 1985 ) imbibisi adalah absorpsi air oleh bahan – bahan koloid dan zat padat dalam bagian tumbuhan. Masuknya air sering disertai dengan membengkaknya bahan koloid dan peningkatan berat tumbuhan. Misalnya, biji akan menjadi lebih besar jika diletakkan dalam air atau tanah yang lembab, dan hal ini dikatakan sebagai proses imbibisi. Pada imbibisi tidak ada keterlibatan membran, seperti pada osmosis. Imbibisi terjadi karena permukaan struktur – struktur mikroskopis dalam sel tumbuhan seperti selulosa, butir pati, protein, dan bahan lainnya menarik dan memegang molekul air dengan gaya tarik antar molekul.
Pada dasarnya imbibisi meliputi dua proses yang berjalan bersama yaitu difusi dan osmosis. Pada umumnya air dan bahan yang larit di dalamnya, masuk dan keluar sel, bukan sebagai aliran massa malainkan satu per satu molekul setiap kali. Pergerakan netto dari satu tempat ke tempat lain akibat aktivitas kinetik acak atau gerak termal dari molekul atau ion yang disebut difusi. Difusi terjadi akibat pergerakan konsentrasi dari satu titik dengan titik lain sehingga terjadi perpindahan dari titik tinggi  ke titik rendah ( Frank Salisbury, 1995 ).
Difusi berbeda dengan osmosis. Osmosis terjadi karena adanya membran yang bersifat permeable terhadap molekul air. Difusi dan osmosis merupakan suatu proses perembesan air melalui selaput, sehingga terjadi keseimbangan antara kepekatan cairan di sebelah menyebelah ( kedua bagian ) yang kedua bagian dibatasi selaput tersebut. Perbedaan kepekatan sitoplasma suatu sel dengan lingkungan dapat menyebabkan perubahan bentuk atau kerusakan sel.
Cara yang terbaik untuk menyatakan gejala difusi suatu zat yaitu dengan menggunakan perbedaan nilai potensial kimia ( satuan energi per gram molekul ) zat tersebut antara dua daerah. Jika terdapat perbedaan nilai potensial kimia air di antara dua daerah, air akan bergerak secara spontan  asalkan tidak ada yang menghalangi aliran air tersebut. Arah gerakan neto air tersebut dari daerah dengan potensial kimia yang tinggi ke daerah yang potensial kimianya lebih rendah. Gerakan neto air ini akan berlangsung terus sampai potensial kimia air pada kedua daerah itu menjadi sama. Pada titik keseimbangan, gerakan neto air akan terhenti. Istilah potensial kimia air ini biasanya dikenal dengan istilah potensial air ( Siti Sutarmi Tjitrocomo,1985 ).
Imbibisi tidak ada keterlibatan membran, seperti pada osmosis. Imbibisi terjadi karena permukaan struktur-struktur mikroskopik dalam sel tumbuhan seperti selulosa, butir pati, protein dan bahan lainnya menarik dan memegang molekul-molekul air dengan gaya tarik antar molekul. Dengan kata lain imbibisi terjadi oleh potential matrik ( Siti Sutarmi Tjitrosomo, 1985 ).
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.
Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini:
6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas.
klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.
Fotoperodisme adalah respon tumbuhan terhadap lamanya penyinaran (panjang pendeknya hari) yang dapat merangsang pembungaan. Istilah fotoperodisme digunakan untuk fenomena dimana fase perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh lama penyinaran yang diterima oleh tumbuhan tesebut. Beberapa jenis tumbuhan perkembangannya sangat dipengaruhi oleh lamanya penyinaran, terutama dengan kapan tumbuhan tersebut akan memasuki fase generatifnya,misalnya pembungaan. Menurut Lakitan (1994) Beberapa tumbuhan akan memasuki fase generatif (membentuk organ reproduktif) hanya jika tumbuhan tersebut menerima penyinaran yang panjang >14 jam dalam setiap periode sehari semalam, sebaliknya ada pula tumbuhan yang hanya akan memasuki fase generatif jika menerima penyinaran singkat <10 Jam (Mader, 1995).
Berdasarkan panjang hari, tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu: Tumbuhan hari pendek, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kurang dari 12 jam sehari. Tumbuhan hari pendek contohnya krisan, jagung, kedelai, anggrek, dan bunga matahari. Tumbuhan hari panjang, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran lebih dari 12 jam (14 – 16 jam) sehari. Tumbuhan hari panjang, contohnya kembang sepatu, bit gula, selada, dan tembakau. Tumbuhan hari sedang, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kira-kira 12 jam sehari. Tumbuhan hari sedang contohnya kacang dan tebu. Tumbuhan hari netral, tumbuhan yang tidak responsif terhadap panjang hari untuk pembungaannya. Tumbuhan hari netral contohnya mentimun, padi, wortel liar, dan kapas.
Pada tahun 1940-an peneliti menemukan bahwa sesungguhnya panjang malam atau panjang kegelapan tanpa selingan cahaya atau niktoperiode, dan bukan panjang siang hari, yang mengotrol perbungaan dan respons lainnya terhadap fotoperiode (franklin, dkk, 1991). Banyak peneliti bekerja dengan cocklebur, yaitu suatu tumbuhan hari pendek yang berbunga hanya ketika panjang siang hari 16 jam ata lebih pendek (dan panjangnya malam paling tidak 8 jam). Jika siang hari fotoperiode diselang dengan pemberian kegelapan yang singkat, tidak ada pengaruh pada perbungaan. Namun, jika bagian malam atau periode gelap dari fotoperiode disela dengan beberapa menit penerangan cahaya redup, tumbuhan tersebut tidak akan berbunga.
Pengetahuan tentang nutrisi tanaman telah dihimpun sejak zaman sebelum masehi, misalnya diketahui dari penemuan Herodatus pada 2500 SM di lahan pertanian Mesopotamia (daerah yang dibatasi oleh delta tigris dan sungai Euphrat) diketemukan fakta bahwa bila tanaman satu jenis ditanam terus-menerus pada lahan yang sama mengakibatkan kesuburan tanahnya menurun.  Namun apabila tanah tersebut diberi pupuk kandang maka kesuburan tanahnya dapat dipertahankan, dengan perkataan lain bahwa organ tanaman yang dipanen menguras bahan-bahan yang ada dalam tanah sehingga tanpa penambahan bahan pupuk kandang mengakibatkan banyak bahan yang terkuras akhirnya kesuburan tanah dan hasil tanaman makin berkurang.  Dari penemuan tersebut sudah diketahui bahwa adanya indikasi bahwa terdapat sumber makanan yang berada dalam tanah dan berguna bagi tanaman (Heddy, 1990).
Pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur esensial. Menurut ARNON dan STOUT ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sehingga suatu unsur dapat disebut sebagai unsur esensial.
Semua tanaman membutuhkan unsur–unsur hara esensial. Terdapat 16 unsur hara esensial bagi tumbuhan, sebagian besar diperoleh dari dalam tanah yaitu sebanyak 13 jenis, sisanya yaitu C, H dan O berasal dari udara. Berdasarkan perbedaan konsentrasinya yang dianggap berkecukupan dalam jaringan tumbuhan, maka unsur hara esensial dibedakan menjadi unsur makro dan unsur mikro. Yang tergolong unsur makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg dan S) adalah unsur esensial dengan konsentrasi 0,1 % (1000 ppm) atau lebih; sedangkan unsur dengan konsentrasi kurang dari 0,1 % digolongkan sebagai unsur mikro (Cl, Fe, B, Mn, Zn, Cu dan Mo).   Kekurangan unsur hara akan menyebabkan terjadinya hambatan dalam pertumbuhan dan gejala-gejala lain yang dapat mengganggu mutu pertumbuhan tanaman dan pada akhirnya menurunkan produksi yang dihasilkan (Filter, 1991).
Suatu tanaman dapat tumbuh, berkembang dan berproduksi sampai menyelesaikan suatu siklus hidup dengan sempurna biasanya membutuhkan enam belas unsur esensial. Keenambelas unsur hara tersebut terbagi kedalam dua bagian besar yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro terdiri dari 9 unsur sedangkan unsur mikro atau trace element terdiri dari 7 unsur. Unsur hara makro biasanya dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang lebih besar atau lebih banyak dibandingkan unsur hara mikro yaitu dalam satuan gram-kg/tanaman (Dwijoseputro, 1983).
Unsur mikro sendiri dibutuhkan sekitar mg – gram/tanaman saja. Kenyataan yang sering kita jumpai dilapang, petani kadang hanya memberikan unsur hara makro saja sedangkan pemberian unsur hara mikro itu sendiri sering dilupakan. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat kita seringkali berpendapat bahwa penggunaan pupuk konvensional sudah cukup memberikan nutrisi bagi perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Memang tak dapat dipungkiri bahwa selama ini masyarakat petani merasa tanamannya telah diberikan nutrisi yang cukup dengan pemupukan konvensional tersebut. Dengan penggunaan dosis yang ada, mereka merasa sudah cukup karena produksi yang dihasilkan tidak begitu mengecewakan (Dartius, 1991).


III.  BAHAN DAN METODE
A.   Tempat dan Waktu                                                                                                                    Praktikum ini dilaksanakan di kampus Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau jalan Kaharuddin Nasution KM 11, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Waktu yang digunakan dalam praktikum ini adalah 3(tiga) bulan terhitung dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2013 dan dilaksankan pada hari Sabtu pukul 08.00 WIB.
B.   Bahan dan Alat                                                                                                                          Bahan yang diguanakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: kentang, pinang, kacang tanah, air, garam, daun tanaman nangka, daun tanaman matoa,  daun tanaman jagung, kacang kedelai, media tanam, air mineral, tanaman stek keladi,  tanaman stek jarak, dan tanaman stek sukun.Sedangkan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut : toples, sendok, pisau, timbangan analitik, kamera, oven, gunting, penggaris, media tanam, botol Aqua, hansprayer, kotak penyungkup, sumbat karet berlubang, ember kotak plastik, dan potometer.
C.   Pelaksanaan Praktikum
1.    Gerak partikel ( Difusi, Osmosis, Imbibisi )                                                                             Sediakan alat dan bahan, timbang garam sesuai perlakuan, timbang berat biji pinang, kacang tanah dan kentang (kentang dikupas terlebih dahulu dan jangan dicuci, serta di catat hasil penimbangannya sebelum perendaman ), ambil toples ukuran 1000 ml (toples diisi air 500 ml, tambahkan garam ke dalam toples sesuai perlakuan, aduk hingga larut, serta tambahkan kembali dengan air sehingga volume menjadi 500 ml, rendam biji sesuai perlakuan, timbang kembali biji setelah perendaman (catat), amati apa yang terjadi pada benih.
2.    Fotosintesis                                                                                                                                  Sediakan bahan dan alat, ambil daun nangka, daun matoa, dan daun jagung pada pagi hari (sebelum pukul 07.00 pagi), sayat bagian daun sebelah kiri pada pagi hari dan bagian daun sebelah kanan pada sore hari dengan ukuran 10 x 5 cm, timbang sayatan daun pada pagi hari sebagai berat basah (BB), lalu daun yang telah di sayat di keringkan, timbang kembali daun tersebut catat sebagai berat kering (BK), hitung besarnya fotosintesis pagi hari dengan rumus (BB dikurang BK), ulangi kegiatan diatas pada sore hari (pukul 16.00), hitung besar fotosintesis dalam satu hari dengan rumus (fotosintesis sore hari – fotosintesis pagi hari).
3.    Fotoperiodisme                                                                                                                           Sediakan alat dan bahan praktikum, tanam biji kedelai hitam  kedalam media yang disediakan, letakkan tanaman pada tempat naungan kotak penyungkup yang sudah dibuat kemiringan 30º, 60º, 90º kearah barat, siram tanaman satu kali sehari, amati arah tumbuh tanaman sampai umur 1 bualan setelah tanam, buat 3 ulangan untuk setiap jenis tanaman yang sudah ditentukan.
4.    Transpirasi                                                                                                                                 Sediakan alat dan bahan praktikum, kemudian memotong batang sesuai dengan ukuran diameter lubang selang potometer. Kemudian masukkan ujung batang tanaman keladi kedalam selang hingga rapat, dan jangan sampai terluka batang tanaman. Selanjut nya mengisi fotometer dengan air hingga semuanya terisi air dan tidak ada gelembung air di dalamnya.                                                                         Kemudian letakkan didalam rumah kaca hingga sore hari ( 8 jam ) seingga air akan mengalami penguapan ( transpirasi ). Selanjutnya ukur besarnya transpirasi dan hitung volume air yang tersisa.
D.   Parameter Pengamatan                                                                                                             Parameter pengamatan yang akan dilakukan dalam praktikum fisiologi tumbuhan dasar ini harus sesuai dengan tujuan dari masing-masing percobaan.  melakukan pengamatan harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti agar dapat terlaksana dengan baik. Parameter pengamatan dalam praktikum ini adalah :
1.    Morfologi biji sebelum dan setelah perendaman, berat biji sebelum dan sesudah perendaman, hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel.
2.    Menghitung besar fotosintesis tanaman dalam satu hari, data hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel.
3.    Mengukur daerah yang mengalami pemanjangan ( pertumbuhan ) sel, mengamati tinggi tanaman dan menentukan arah pertumbuhan dan derajat kemiringan tanaman. Pengambilan data dilakukan sebanyak 4 kali, hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel.
4.    Mengamati morfologi yang terjadi pada tanaman serta mengukur kecepatan   ( volum ) transpirasi dan hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel.












IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Gerak Partikel ( Difusi, Osmosis, Imbibisi )                                                                            Untuk mengetahui bagaimana respon biji dapat dilakukan uji Osmosis, Difusi, dan Imbibisi. Uji ini juga memakai perlakuan garam ( A2 ) sebanyak 40 g dan air sebanyak 500 ml. Data hasil pengamatan pertama adalah :  Benih + perlakuan yaitu kentang, morfologi benih sebelum perendaman tekstur keras, dan  berwarna coklat agak kekuningan, dan setelah perendaman tekstur kentang keras dan berwarna coklat kisut. Selanjutnya Benih + perlakuan kacang tanah, morfologi benih sebelum perendaman tekstur keras dan berwarna kuning kecoklatan, dan setelah perendaman tekstur keras kisut dan berwarna kuning kecoklatan. Kemudian Benih + perlakuan pinang, morfologi benih sebelum perendaman tekstur keras dan berwarna hijau, setelah perendaman tekstur lunak dan berwarna pucat.
Pada percobaan terhadap perlakuan kacang tanah, kentang, dan biji pinang menunjukkan bahwa selama perendaman terhadap sampel dapat mempengaruhi tekstur dan warnanya. Ini diduga pemberian perlakuan pertama terdiri dari A0 = air biasa ( perlakuan kontrol ) 500 ml dan A2 = 40 gr garam/L dan perlakuan kedua terdiri dari W1 = 30 menit, W2 = 60 menit, W3 = 90 menit, W4 = 120 menit  yang menyebabkan perubahan terhadap tekstur dan warna dari setiap sampel. Ini menandakan bahwa perlakuan yang telah dijadikan sampel berpengaruh terhadap morfologi benih kacang tanah, kentang dan pinang.                                                               Osmosis merupakan suatu topik yang sangat penting dalam biologi karena fenomena alam ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel, dikarenakan peristiwa osmosis dapat terjadi perpindahan air melalui membran selektif permeabel. Dengan itu morfologi pada biji akan mengalami perubahan tekstur dan warna. ( Sarkini 2006 : 201).

Tabel 1. Pengamatan berat biji sebelum dan sesudah perendaman.

Benih

Perlakuan
Berat Sebelum Perendaman (g)
Berat Setelah Perendaman (g)


Kacang Tanah
A1-W1
1,8
2,1
A1-W2
1,6
2,0
A1-W3
1,6
2,0
A1-W4
1,8
2,2


Kentang
A1-W1
24,8
22,5
A1-W2
24,4
22,3
A1-W3
22,5
21,6
A1-W4
25,4
23,7


Pinang
A1-W1
26,7
26,8
A1-W2
48,6
49,2
A1-W3
46,6
47,6
A1-W4
38,8
39,9

Dari data pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pada benih kentang mengalami  proses Osmosis, yang dimana ketika sesudah perendaman berat pada benih kentang mengalami penyusutan atau perpindahan molekul.                        
Pada tanaman kacang tanah dan pinang dapat disimpulkan bahwa, kacang tanah dan pinang mengalami proses Imbibisi. Karena peristiwa imbibisi dikatakan sebagai suatu proses penyusupan  atau peresapan air kedalam ruangan antar dinding sel, sehingga dinding selnya akan mengembang. Pada tabel pengamatan diatas   dapat di lihat bahwa berat benih sebelum perendaman lebih kecil dari pada berat benih setelah perendaman. Itu menandakan bahwa melakukan sebelum dan sesudah perendaman pada biji terjadi perbedaan. Imbibisi merupakan penyerapan air oleh imbiban. Contoh: penyerapan air oleh benih. Proses awal perkecambahan. Benih akan membesar, kulit benih pecah, berkecambah. Ditandai oleh keluarnya radikula didalam benih ini menandakan bahwa terjadinya proses imbibisi dapat mempengaruhi adanya penyerapan air pada biji yang disebut gerak partikel ( imbibisi ) ( Pratiwi 2006: 213 ).  
B.   Fotosintesis
Untuk  pengambilan data dari proses fotosintesis ini dilakukan pengambilan daun terlebih dahulu yang telah ditetapkan kemudian ditimbang. Berikut ini merupakan  data dari hasil pengamatan  fotosintesis pada daun jagung, daun matoa dan daun nangka. Daun tersebut diambil pada pagi dan sore hari. Pada pagi hari sayatan diambil sebelah kiri dan pada sore hari sayatan diambil sebelah kanan, serta dilakukan penimbangan dengan menggunakan timbangan analitik untuk mengetahui berat dari daun jagung, daun matoa dan daun nangka tersebut, berikut data yang telah disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini :
Tabel 2. Pengamatan fotosintesis.
No
Daun
PAGI
SORE
Fotosintesis Satu Hari
BB
BK
HASIL
BB
BK
HASIL
1
Jagung
1,08
0,15
0,93
1,08
0,13
0,95
0,02
2
Matoa
1,49
0,21
1,28
1,47
0,18
1,29
0,01
3
Nangka
1,42
0,2
1,22
1,44
0,15
1,29
0,07
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa pada pagi hari tanaman belum mengalami proses fotosintesis. Karna reaksi fotosintesis pada praktikum ini adalah reaksi terang yang memerlukan cahaya matahari untuk berlangsungnya proses fotosintesis. Dan daun yang diambil pada sore hari telah mengalami proses fotosintesis, dikarnakan pada saat terjadinya proses fotosisntesis itu berlangsung pada siang hari dan cahaya matahari sudah tampak atau muncul,
Pada data  tabel diatas daun nangka lebih besar beratnya dari pada daun matoa dan daun jagung. Karena pada waktu pengambilan sampel daun nangka lebih besar dari pada daun matoa dan daun jagung, sebab panjang dan lebar pada daun dapat mempengaruhi berat basah.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Fotosintesis Tanaman   
1.        Cahaya    
Cahaya merupakan sumber energi untuk fotosintesis, energi cahaya yang diserap oleh tumbuhan tergantung pada : intensitas sumber cahaya, panjang gelombang cahaya, dan lama penyinaran
2.    Klorofil                                                                                                   
Klorofil merupakan pigmen penyerapan energi cahaya. Untuk membuat klorofil harus di perlukan ion (zat) magnesium yang akan diserap dari tanaman. Kolrofil juga merupakan bagian dari proses pertumbuhan tanaman.
3.    Konsentrasi Karbondioksida                  
            Pengaruhnya paling besar terhadap fotosintesis karena keberadaanya sangat yang sangat terbatas. Sehingga peningkatan konsentrasi karbondioksida terhadap pertumbuhan ini dapat mempengaruhi perubahan fotosintesis.
4.    Suhu
Mempengaruhi kerja enzim untuk fotointesis. Jika suhu naik, kerja enzim akan meningkat 2 kali lipat tapi hanya pada suhu tertentu dan jika suhu terlalu tinggi, justru akan merusak enzim.
5     Air                                                                                                           
Jika kekurangan air stomata menutup sehingga menghalangi masuknya karbondioksida. Dan air merupakan peran utama bagi tumbuhan. Selain itu air juga merupakan pengatur suhu bagi tanaman, dan sebagai tekanan turgor.             Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air,dan karbondioksida ( Salisbury, 1992 ).
C.   Fotoperiodisme                                                                                                                           Berikut ini merupakan data pengamatan terhadap Fotoperidisme pada tanaman kacang kedelai hitam dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 3. Pengamatan fotoperiodisme pada tanaman kedelai hitam.
Pengamatan ke
Tinggi Tanaman
Pertumbuhan Tanaman
30
60
90
Arah Pertumbuhan
1
I
12
25
14
Barat
II
18
26
17
Barat
III
19
25
15
Barat
Rerata
16,33
25,33
15,33

2
I
18
33
23
Barat
II
24
26
24
Barat
III
29,5
30
24
Barat
Rerata
23,83
29,67
23,67

3
I
30
43
33
Barat
II
27
40
32
Barat
III
28
30
35
Barat
Rerata
28,33
37,67
33,33

4
I
38
51
41
Barat
II
35
46
39
Barat
III
37
37
40
Barat
Rerata
36,67
44,67
40,00

            Dari data tabel-3 diatas, kemiringan media ( kotak penyungkup ) dapat mempengaruhi lajunya pertumbuhan tanaman dikarenakan adanya cahaya. Sinar matahari juga sangat di butuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis. Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman dapat mengalami abnormal yaitu tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan. Perbedaan yang sangat menonjol pada tumbuhan di tempat gelap daunnya berwarna kuning dan lebih cepat tinggi dari pada tumbuhan di tempat terang karena adanya hormon auksin pada tanaman. Sedangkan pada tumbuhan di tempat terang tetap berwarna hijau dan mengalami proses pertumbuhan yang lambat dibandingkan pada tempat terang.
            Untuk derajat kemiringan yang telah ditentukan yaitu 30°, 60°, 90°. Dengan ini dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai dengan memperoleh tinggi yang berbeda-beda, sehingga tanaman tersebut terlihat jelas mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda.                                                                                        Perkecambahan biji, pembungaan, permulaan dan pengakhiran dormansi tunas merupakan contoh-contoh tahapan dalam perkembangan tumbuhan yang umumnya terjadi pada waktu spesifik dalam satu tahun. Stimulus lingkungan yang paling sering digunakan oleh tumbuhan untuk mendeteksi waktu dalam satu tahun adalah fotoperiode, yaitu suatu panjang relative malam dan siang ataupun pada ruang gelap dan terang. Respons fisologis terhadap fotoperiode, seperti pembungaan, disebut fotoperiodisme (photoperiodism) ( Campbell,dkk.,1999 ).
D.   Transpirasi                                                                                                                                 Pengamatan pada praktikum ini tentang proses berlangsungnya penguapan air pada tanaman ( transpirasi ). Dimana tanaman yang dijadikan sampel yaitu tanaman keladi, sukun dan tanaman jarak. Data hasil pengamatan kecepatan transpirasi adalah pada tanaman keladi tanaman tidak layu, tetapi tanaman kurang segar, dan banyak respirasi adalah 5 ml. Untuk tanaman jarak tanaman tampak layu, tanaman tampak tak segar dan banyak respirasi adalah 6 ml. Pada tanaman sukun tanaman tampak layu, tanaman tampak tidak segar dan banyak respirasi adalah 17 ml.                                        Kegiatan transpirasi secara langsung terhadap tanaman dapat dilihat lansung sebagai pertukaran karbon dan dalam hal ini transpirasi sangat penting sekali untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan oleh tanaman yang sedang tumbuh menentukan banyaknya air jauh lebih banyak dari pada jumlah terhadap tanaman itu sendiri kecepatan hilangnya air ini tergantung sebagian besar  pada  suhu kelembapan yang relatif  ( Ashari, 1995).         
             Kehilangan air pada tanaman dalam bentuk uap  terjadi karena bukaan stomata pada daun stomata untuk sebagian besar kehilangan air oleh tanaman, tetapi beberapa penguapan langsung juga terjadi melalui permukaan sel-sel epidermis daun. Untuk mengetahui hasil pengamatan berapa air yang mengalami penguapan     ( transpirasi ), dapat disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini.
  Tabel 4. Pengamatan air yang mengalami proses transpirasi.
No
Tanaman
Volume Air Awal
Volume Air Tersisa
1
Keladi
50 ml
5 ml
2
Jarak
50 ml
6 ml
3
Sukun
50 ml
17 ml
            Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pada volume air awalnya tanaman yang diberi air 50 ml untuk proses transpirasi hingga 8 jam, telah mengalami perubahan  ( volum air tersisa ) dengan volume air yang berbeda-beda yaitu, pada tanaman keladi kehilangan air sebanyak 5 ml, pada tanaman jarak kehilangan air sebanyak 6 ml, dan untuk tanaman sukun kehilangan air sebanyak    17 ml. Ini menunjukkan bahwa proses transpirasi pada tanaman benar-benar terjadi   ( nyata ) dikarnakan faktor-faktor yang telah mempengaruhi besar kecilnya proses transpirasi salah satunya yaitu faktor cahaya matahari. Dan apabila tidak terjadi penguapan air ( transpirasi ) maka terdapat udara yang masuk pada selang.                                Kegiatan transpirasi secara langsung terhadap tanaman dapat dilihat lansung sebagai pertukaran karbon dan dalam hal ini transpirasi sangat penting sekali untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan oleh tanaman yang sedang tumbuh menentukan banyaknya air jauh lebih banyak dari pada jumlah terhadap tanaman itu sendiri kecepatan hilangnya air ini tergantung sebagian besar  pada  suhu kelembapan yang relatif  ( Ashari, 1995).











V.   KESIMPULAN DAN SARAN
A.   Kesimpulan 
Berdasarkan hasil praktikum fisiologi tumbuhan dasar dapat disimpulkan bahwa. Proses Diffusi merupakan gerakan partikel dari tempat dengan potensial kimia lebih tinggi ke tempat dengan potensial kima lebih rendah karena energi kinetiknya sendiri sampai terjadi keseimbangan dinamis. Proses osmosis merupakan proses gerakan air dari potensial air lebih tinggi kepotensial air lebih rendah melewati membran selektif permeabel sampai dicapai keseimbangan dinamis. Peristiwa imbibisi juga dapat dikatakan sebagai suatu proses penyerapan air kedalam ruangan antar dinding sel sehingga dinding sel nya akan mengembang. Morfologi biji sebelum dan sesudah perendaman dalam gerakan partikel mengalami perubahan tekstur dan warna, sedangkan untuk berat biji sebelum dan setelah perendaman mengalami perubahan.
Fotosintesis memerlukan sinar matahari untuk memperoleh hasil yang sempurna. Dalam peristiwa fotosintesis ini terjadi pengurangan atau penyusutan air pada daun  sehingga mengalami perubahan berat pada daun.                                      Fotoperodisme merupakan gerak yang terjadi pada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. Dalam pengamatan yang telah dilakukan bahwa gerak tumbuhan pada tanaman kedelai hitam menuju kebarat karena disebebkan rangsangan
Berdasarkan hasil praktikum Transpirasi ini maka terbukti bahwa besar dan kecilnya penguapan air disebabkan adanya faktor cahaya, suhu, kelembapan dan angin. Dan dengan adaya alat potometer kita dapat mengetahui berapa air yang hilang akibat proses transpirasi,
B.   Saran                                                                                                                                           Saran saya terhadap asisten dosen selama praktikum fisiologi tumbuhan dasar ini agar dapat meningkatkan lagi untuk kedepanya tentang praktikum gerak partikel, fotosintesis, fotoperiodisme, dan transpirasi, sehingga mahasiswa dapat merespon dengan baik dan tercapainya keberhasilan yang maximal. Selain itu menambahkan lagi wawasan yang lebih terhadap mahasiswa tentang alat-alat praktikum, bahan-bahan serta bagaimana langkah-langkah percobaan praktikum, sehingga mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang bermanfaat.




















DAFTAR PUSTAKA

Alkatiri,Saleh.1996.Kajian Ringkas Biologi.Surabaya:Airlangga University Press
Bresnick,Stephen.2003.Intisari Biologi.Jakarta:Hipokrates
Keenan, Donald, dan Jesse.1984.Ilmu Kimia Untuk Universitas.Jakarta:Erlangga
Kimball,John W.1999.Biologi Edisi Pertama.Jakarta:Erlangga
Loveless,A.R.1991.Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik I. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama
Parjatmo,Widjojo.1987.Biologi Umum I.Bandung:Angkasa Bandung
Tim Dosen Pembina.2010.Petunjuk Praktikum Biologi Dasar.Jember:Universitas Jember
Konrad, Michael. 2009.Science is art. http://www.scienceisart.com/A_Diffus/DiffusMain_1.html
Nurmaatus.2009.Difusi dan Osmosis. http://nurmaatus.blogdetik.com/category/biologi/
http://eug3n14.wordpress.com/category/praktikum-biologi/
http://agrica.wordpress.com/2009/01/03/difusi-osmosis-dan-imbibisi/











LAMPIRAN 1
 Jadwal Kegiatan Praktikum

Kegiatan
Bulan / Tahun 2013
Oktober
November
Desember
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1. Pengarahan Praktikum












2. Praktikum 1












3. Presentasi Hasil Praktikum 1












4. Praktikum 1I












5. Presentasi Hasil Praktikum 1I












6. Praktikum III












7. Presentasi Hasil Praktikum III












8. Praktikum IV












9. Presentasi Hasil Praktikum IV












10. Praktikum V












11.Presentasi Hasil Praktikum V












12. Laporan




















LAMPIRAN 2
   Dokumentasi Praktikum
  Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQAj33XuJf7OyhWJ26kwxcWy5xdQz7q49SLt_OcP9cIZVxPc4BW   Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT8OkRSgOpuCF3akVhzlcTnH06TYtCrWqBE5xtyOVzKbq6bK2ejCQ  Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\buah_pinang_muda.jpeg    
                  Kentang, Kacang Tanah, dan Pinang untuk uji gerak partikel
  Description: F:\tugas saiful\tugas saiful\bahan campur\bluetooth\20131102_100337.jpg   Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG00621-20131214-1009.jpg   Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\Bukit Raya-20131214-02300.jpg
         Fotoperiodisme        Transpirasi Tanaman sukun  Transpirasi Tanaman Jarak
  Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG-20131012-01540.jpg   Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\Foto0289.jpg   Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG-20131012-01541.jpg  
           Daun Matoa                        Daun Nangka                      Daun Jagung
  Description: F:\FOTO\Foto0291.jpg   Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG-20131012-01531.jpg   Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\Bukit Raya-20131214-02290.jpg
      Timbangan Analitik            Alat­-alat Praktikum                  Alat Potometer
   Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG00430-20131012-1029.jpg    Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG00431-20131012-1031.jpg   Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG00444-20131012-1615.jpg  
             pengambilan daun nangka, jagung dan matoa untuk proses fotosintesis